04 Januari 2011

HANIEN

mestinya malam ini
bisa sangat istimewa
seperti dalam mimpi-mimpiku 
selama ini

kekasih, jemputlah aku
kekasih, sambutlah aku

aku akan menceritakan kerinduanku
dengan kata-kata biasa
dan kau cukup tersenyum memahami deritaku
lalu kuletakkan kepalaku yang penat
di haribaanmu yang hangat

kekasih, tetaplah di sisiku
kekasih, tataplah mataku

tapi seperti biasa
sekian banyak yang ingin kukatakan tak terkatakan
sekian banyak yang ingin kuadukan
diambilalih oleh airmataku

kekasih, dengarlah dadaku
kekasih, bacalah airmataku

malam ini belum juga
seperti mimpi-mimpiku
selama ini
malam ini
lagi-lagi kau biarkan sepi
mewakilimu.


Rembang, 1999

(dari Sajak-sajak Cinta GANDRUNG)
A. Mustofa Bisri

Bila Kutitipkan

Bila kutitipkan dukaku pada langit 
Pastilah langit memanggil mendung 
Bila kutitipkan resahku pada angin 
Pastilah angin menyeru badai 
Bila kutitipkan geramku pada laut 
Pastilah laut menggiring gelombang 
Bila kutitipkan dendamku pada gunung 
Paslilah gunung meluapkan api. Tapi 
Kan kusimpan sendiri mendung dukaku 
Dalam langit dadaku 
Kusimpan sendiri badai resahku 
Dalam angin desahku 
Kusimpan sendiri gelombang geramku 
Dalam laut fahamku. 
Ku simpan sendiri 



A. Mustofa Bisri

03 Januari 2011

Indahnya Sabar

 “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS AlBaqarah [2] : 155-157)

01 Januari 2011

Kebangkitan ISLAM?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Helsinski, ibukota Findlandia mengalami persoalan serupa dengan kota lainnya di Eropa. Kota yang berlokasi di Selatan Findlandia itu  menjadi tempat berdomisilinya 60.000 ribu Muslim.

Negara itu tidak menduga perkembangan populasi komunitas Muslim demikian cepat. Hasilnya, pemerintah Findlandia seolah gugup ketika mereka harus menangani penduduknya yang Muslim.

Muslim Helsinki sama seperti di Moskow kekurangan tempat ibadah. Saat ini, negara itu hanya memiliki satu Masjid resmi. Masjid itu berlokasi di Jarvenpaa, 40 km utara Helsinki.

Persoalannya diantara puluhan ribu Muslim yang berdiam di Findlandia sebagian kecil merupakan imigran yang berasal dari Iran. Alhasil Muslim Findlandia terbagi menjadi dua yakni Syiah dan Sunni. Namun, hingga kini belum ada rencana dari pemerintah Findlandia maupun komunitas Muslim untuk mendirikan bangunan Masjid baru.

Seperti diberitakan salah satu laman Findlandia, YLE, Kamis (30/12), Muslim Syiah Findlandia menghadapi masalah yang sama dengan saudaranya yang Sunni mengenai bangunan Masjid. Bangunan yang biasa digunakan sudah tidak lagi cukup menampung jamaah. Rencana awal bangunan yang semula berlokasi di Laajaslo, Helsinski akan dipindahkan di Mellunkyla. Namun, rencana itu batal dilaksanakan dan belum ada kepastian dalam waktu dekat.
Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Rep: Agung Sasongko